Pernah bermimpi? Apa yang lu lakukan kalau itu indah? Akankah lu jalani harilu dengan motivasi? Atau malah menolak untuk bangun dan berharap mimpi itu datang kembali? Bagaimana kalau mimpilu buruk? Bangun dengan nafas tersengal-sengal dan bergegas beraktifitas, atau malah menangis terisak-isak membasahi bantal?

Mimpi. Kadang datang dalam tidur kita. Kadang juga datang dalam lamunan. Dan kadang, datang juga di kenyataan kita. Percaya atau tidak, ia datang. Ia akan datang layaknya kematian yang hanya menunggu giliran. Ckckck, ironis.

Apa yang lu lakukan kalau sepintas mimpi lu itu menghantuilu dalam kenyataan. Dalam dunia dimana lu ga bisa memilih untuk bangun dan pergi meninggalkannya. Dunia dimana lu g ada pilihan lain selain berperang. Atau mati sebagai pecundang.

Pecundang. Gw? Lu? Atau mereka? Biar waktu yang jawab.

I’m back.

(Baru post lagi! Banyak banget kejadian dari jeda waktu dan yang paling bikin rese adalah gw sekarang berumur 20 tahun! Hahaha. Pernah berkaca dan bilang ke diri lu kalau lu bukan anak kecil lagi? Coba deh, sakit rasanya. Hehe. Well, I’m back, with a bunch of story. Radenisme back on business baby! A bientôt!)

Advertisement