You are currently browsing the daily archive for May 22, 2010.
lagi tidur. hehehe. bukan tidur terlelap, tapi hanya terbaring menatapi langit-langit kamar yang telah gw tinggalkan karena gw harus pindah ke tempat yang lebih memandirikan gw. banyak kontras warna putih penanda goresan cat penambal baru saja dioleskan di sekeliling lampu penerangan kamar tempat dahulu gw menempelkan beberapa bintang-bintang “glow in the dark” sebagai pengingat cita-cita bersama yang gw miliki dengan seseorang. tapi seiring cita-cita itu hilang, maka menghilang pula bintang-bintang itu.
tepat di dinding yang menempel dengan badan gw ada poster. poster yang sama yang pernah gw ceritain dengan kata-kata super yang selalu berhasil mengilhami gw untuk berbuat lebih nekat. dan di dinding dihadapan gw, ada sebuah pemandangan baru. pemandangan yang dipasang bertepatan sekali dengan kepindahan gw. sepasang wayang kulit asli saling menatap, mengisyaratkan komunikasi antara keduanya. disebelah kanan, wayang yang sebagai penanda berakhirnya perang suci di tanah tandus kurusetra. Raden Parikesit namanya. terlihat berdebu, namun tidak kehilangan jati dirinya.
di sebelah kiri, terlihat tegar mengamati keponakannya. terlihat lebih usang dari tetangganya, namun tetap memancarkan aura kekuatan. memang itulah menjadi ciri khasnya, pekerja keras. begitu kata Mo Ide, penggemarnya. wayang kulit itu bernama Setyaki. wayang yang bertempur dengan hebat di medan perang Bharatayudha, namun sayang harus mati di luar medan perang, tertindih pintu dikala adanya pemberontakan oleh Astawana.
keduanya terlihat akur, menghiasi dinding. mengisyaratkan, bahwa memang, Raden Parikesit yang ditinggal mati bapaknya Abimanyu dalam perang, harus menjadikan Setyaki sebagai contoh, sebagai paman. begitulah adanya antara gw dan om gw yang satu itu yang memang ngga ada matinya.
dan, salut yang mendalam buat dia, yang secara gw tidak sadari dia yang udah menjerumuskan gw jadi seperti sekarang, dan menginfluence gw dengan begitu pekat. ternyata dialah yang gw tuju, dan nilai-nilai dialah yang melekat dalam diri gw. hehehe…
kembali ke dinding yang kesepian itu, diatas keduanya terdapat pemandangan yang biasa dilihat di ruangan manapun, sebuah jam dinding. namun, kalo gw boleh menyambung-nyambungin, itu adalah bukti absolut dari kekuasaan Yang Menguasai Waktu. tidak bisa berputar kearah kebalikannya. selalu konsisten. bukti bahwa bagi gw, dan om gw itu, ngga ada yang bisa ngelawan kekuasaannya. kita berdua kelak akan berpisah, kita berdua kelak akan bertambah tua, dan kita berdua kelak akan kembali kepadanya.
semoga hidup gw, dan om gw, di ridhai oleh-Nya
may the force be with you
over

Comment makes Perfect